Oforex
Oforex.icu adalah website edukasi trading forex berisi strategi, manajemen risiko, dan psikologi trading untuk trader Indonesia.

PENTING! Seleksi Broker Ngaruh Besar Ke Profit Trading

PENTING! Seleksi Broker Ngaruh Besar Ke Profit Trading

Halo semuanya, di artikel ini saya mau cerita secara jujur tentang satu hal yang sering dianggap sepele oleh trader, padahal dampaknya luar biasa besar: pemilihan broker.

Saya sudah bertahun-tahun ada di industri ini, bahkan pernah berada di sisi dalam sebagai dealer.

Jadi apa yang saya sampaikan bukan teori, tapi pengalaman nyata yang pernah saya alami sendiri.

Saya pernah dapat banyak tawaran kerja sama dari broker.

Mulai dari extra commission, fasilitas mewah, sampai ditawari jadi brand ambassador untuk wilayah Asia Tenggara.

Secara materi, itu sangat menggiurkan.

Tapi saya tolak.

Kenapa?

Karena kalau saya terima, artinya saya harus berpihak penuh ke mereka. Dan itu bukan prinsip saya. Saya lebih memilih berdiri di sisi trader.

Dari situ saya belajar satu hal penting: tidak semua broker bermain bersih.

Kalau mau tahu bagaimana praktik-praktik yang merugikan trader itu terjadi, saya pernah bahas detailnya di artikel ini buktinya broker nakal jebak trader dan juga saya kupas lebih dalam di cara broker nakal bangkrutin anda.

Banyak trader hancur bukan karena strategi jelek, tapi karena salah pilih broker.

Lalu bagaimana cara saya menyeleksi broker?

Pertama, saya minta trading rules

Dari sini langsung kelihatan apakah mereka full market maker, hybrid, atau ada aturan-aturan aneh seperti larangan scalping, larangan robot, tidak boleh pending order tertentu, dan sebagainya.

Kalau dari awal sudah banyak pembatasan yang tidak masuk akal, biasanya saya langsung coret.

Kenapa?

Karena ini sering jadi celah untuk menyalahkan trader saat profit besar.

Kedua, saya minta akses monitoring dan API

Saya tidak mau buta.

Saya harus bisa memantau data klien dan menyinkronkan dengan sistem saya sendiri.

Kalau broker tidak berani transparan di tahap ini, buat saya itu red flag.

Pengalaman mengajarkan saya, transparansi itu kunci.

Ketiga, saya lakukan screening harga

Saya bandingkan histori harga broker tersebut dengan sumber independen seperti Bloomberg dan Reuters.

Saya tidak pernah menjadikan harga broker sebagai patokan utama.

Kalau ada perbedaan signifikan atau price yang sering “ngaret”, saya tidak lanjut.

Hal-hal seperti ini sering saya bahas juga saat membedah struktur broker bandar di artikel buka jeroan broker forex bandar dan lanjutan analisanya di bagian kedua pembahasan broker bandar.

Keempat, tes real account minimal 3 bulan

Saya tidak cuma pakai demo.

Saya buka akun real di semua tipe akun yang mereka punya.

Saya tes berbagai kondisi market, termasuk pakai robot dan metode agresif.

Di fase ini biasanya banyak yang gugur.

Prosesnya lama, tapi lebih baik lama daripada uang klien hancur.

Kenapa saya seketat ini?

Karena saya pernah rugi besar akibat salah pilih liquidity provider.

Bahkan pernah ada kasus broker tidak mau bayar saat saya profit besar.

Ada juga liquidity provider yang tiba-tiba menyatakan bangkrut.

Proses pengurusannya bisa sampai dua tahun, dan dana tidak kembali penuh.

Dari situ saya benar-benar paham, profit besar tidak ada artinya kalau broker bermasalah.

Makanya saya selalu bilang, sebelum sibuk cari strategi, pastikan dulu fondasinya aman.

Mau pakai breakout, scalping, atau metode apa pun, percuma kalau eksekusinya dimanipulasi.

Soal risiko scalping dan realitanya di lapangan juga sudah saya bahas di fakta scalping yang wajib diketahui trader dan juga kisah nyata di akhir tragis mantan trader scalping.

Bahkan saat membandingkan performa beberapa metode sekalipun, seperti yang saya ulas di adu profit 3 metode trading dan ketika saya membocorkan kerangka strategi di strategi top trader yang saya bocorkan, tetap satu pesan saya: broker adalah pondasi. Kalau pondasinya rapuh, bangunan pasti roboh.

Saya tidak bilang semua broker jahat.

Tapi saya juga tidak akan pernah percaya 100%. Yang saya percaya adalah sistem, data, dan proses seleksi yang ketat.

Lebih baik capek di awal daripada hancur di akhir.

Jadi buat kamu yang serius mau konsisten profit, mulai sekarang jangan cuma fokus ke entry dan exit.

Evaluasi broker kamu.

Karena percaya atau tidak, seleksi broker itu sangat menentukan nasib profit trading kamu.

Posting Komentar