Oforex
Oforex.icu adalah website edukasi trading forex berisi strategi, manajemen risiko, dan psikologi trading untuk trader Indonesia.

Cara Broker Nakal Bangkrutin Anda... 1x Klik Doang!

Cara Broker Nakal Bangkrutin Anda... 1x Klik Doang!

Halo semuanya, balik lagi dengan saya.

Di artikel kali ini saya mau bahas topik yang sering banget bikin resah trader: benarkah broker bisa “ngerjain” kita cuma dengan satu kali klik?

Ini bukan teori konspirasi.

Saya akan jelasin dari sudut pandang yang realistis, bagaimana praktik itu bisa terjadi dan gimana cara kita mengantisipasinya.

Banyak yang bilang, “Ah itu cuma alasan trader kalah.”

Tapi saya akan jawab jujur: praktik seperti ini memang ada, walaupun tidak semua broker melakukannya.

Ada oknum yang bermain di belakang layar, dan biasanya yang jadi korban adalah trader yang tidak paham cara kerja sistem broker itu sendiri.

Bagaimana Cara Mereka Melakukannya?

Secara teknis, dealer di broker bisa melihat total posisi yang sedang terbuka.

Misalnya ada 5.000 lot posisi buy dan 3.000 lot posisi sell.

Artinya net posisi ada 2.000 lot buy.

Dalam kondisi seperti ini, kalau harga turun tajam, broker yang bertindak sebagai market maker bisa diuntungkan.

Tapi ini tidak sesederhana “klik lalu harga langsung berubah seenaknya”. Ada beberapa syarat:

  • Mereka harus tahu komposisi posisi trader (berapa buy dan berapa sell).
  • Momentum market harus mendukung. Kalau market memang sedang turun, dorongan tambahan akan terlihat “natural”.
  • Timing harus tepat. Tidak bisa asal pencet tanpa perhitungan risiko.

Yang sering disalahpahami adalah istilah stop loss hunter.

Banyak trader merasa stop loss mereka yang diburu.

Padahal dalam praktiknya, yang lebih diincar adalah margin call atau stop out.

Kenapa?

Karena ketika akun trader terkena margin call, dana di akun benar-benar habis. Di situlah broker model tertentu bisa mengambil keuntungan penuh.

Kenapa Margin Call Jadi Target?

Coba kita lihat dari sisi logika bisnis.

Sebagai trader, kerugian kita terbatas sesuai modal, tapi keuntungan kita bisa tidak terbatas.

Sebaliknya, bagi broker model market maker, keuntungan mereka terbatas, sementara potensi kerugian bisa besar kalau banyak trader profit besar.

Misalnya ada net 2.000 lot buy.

Jika harga didorong turun 100 poin dan banyak akun tidak kuat menahan floating loss, sebagian akan terkena margin call.

Ketika itu terjadi, broker langsung mencatat profit. Bukan sekadar stop loss kecil, tapi habis total.

Inilah kenapa praktik dorong harga itu sering diarahkan untuk memicu stop out massal, bukan sekadar menyentuh stop loss tipis.

Cara Lama yang Pernah Terjadi

Dulu ada cara yang lebih kasar.

Stop loss trader bisa saja “diedit” di sistem internal.

Misalnya posisi buy di 1000 dengan SL di 900.

Harga masih di 930, tapi tiba-tiba sistem menunjukkan SL tersentuh.

Secara teknis mungkin saja dilakukan di sistem internal.

Tapi cara seperti ini makin jarang karena trader sekarang jauh lebih cerdas dan banyak yang menyimpan bukti histori transaksi.

Broker juga selalu punya seribu alasan pembelaan, mulai dari isu koneksi, password bocor, sampai perangkat yang tidak logout.

Jadi, Apa yang Harus Kita Lakukan?

Saya tidak ingin Anda jadi paranoid. Tapi saya ingin Anda jadi trader yang sadar risiko. Beberapa hal yang wajib dilakukan:

  • Pilih broker dengan regulasi jelas dan reputasi kuat.
  • Jangan over leverage. Margin call hanya terjadi kalau kita terlalu agresif.
  • Pahami model bisnis broker: apakah market maker atau ECN/STP.
  • Selalu simpan histori transaksi dan pantau pergerakan harga dari sumber pembanding.

Intinya begini. Kalau Anda trading dengan manajemen risiko yang disiplin, tidak serakah, dan tidak pakai leverage berlebihan, peluang “dibantai” sampai margin call itu jauh lebih kecil.

Broker nakal bisa saja ada. Tapi trader yang ceroboh jauh lebih banyak. Jangan hanya fokus menyalahkan sistem.

Perkuat sistem trading Anda sendiri. Karena pada akhirnya, kontrol terbesar tetap ada di tangan Anda.

Posting Komentar