Saya sering ditanya, kenapa saya begitu gencar membongkar sisi gelap dunia trading forex?
Kenapa saya seperti tanpa kompromi membuka kedok oknum-oknum yang merusak industri ini?
Jawabannya sederhana: karena saya peduli.
Saya ibaratkan dunia forex ini seperti lautan.
Kalau lautan tercemar sampah, siapa yang rugi?
Kita semua.
Dan saya tidak mau hanya jadi penonton yang pura-pura tidak tahu.
Sebagai pelaku trading yang serius, saya tahu persis bagaimana industri ini bekerja.
Saya juga tahu, di luar sana banyak sekali praktik yang tidak sehat.
Mulai dari janji profit instan tanpa risiko, promosi robot trading yang seolah-olah pasti cuan, sampai taktik broker nakal yang diam-diam menjebak trader.
Bahkan soal robot trading pun sudah sering saya bahas, apakah benar-benar menguntungkan atau justru jadi jebakan, seperti yang pernah saya kupas di artikel Auto Profit Pakai Robot Trading, Bisa? dan juga di pembahasan Trading Pakai Robot Rugi atau Untung?.
Masalahnya bukan sekadar persaingan bisnis.
Ini soal masa depan industri.
Kalau kasus demi kasus terus bermunculan, bukan tidak mungkin pemerintah akan memperketat bahkan menutup akses trading seperti yang pernah terjadi di masa lalu.
Dampaknya besar.
Trader yang serius dan disiplin bisa ikut kena imbas.
Itulah kenapa saya juga selalu mengingatkan pentingnya seleksi broker, karena salah pilih bisa fatal.
Saya sudah jelaskan detailnya di Penting! Seleksi Broker Ngaruh Besar ke Hasil Trading dan juga membongkar bukti broker nakal menjebak trader.
Saya belajar satu hal: mengedukasi orang tidak boleh setengah-setengah.
Tidak cukup hanya mengajarkan teknik entry, strategi, atau pola chart.
Saya juga harus menunjukkan realita di luar sana.
Bahwa janji “dari ratusan dolar jadi ribuan dolar dalam seminggu” itu biasanya hanya umpan.
Bahwa profit ribuan persen itu hampir pasti datang dari risiko yang dibesarkan secara brutal.
Kalau mau tahu bagaimana saya membandingkan metode trading secara objektif, silakan baca Adu Profit 3 Metode Trading dan juga strategi yang saya bongkar di Strategi Top Trader Saya Bocorkan.
Banyak mentor bicara soal disiplin, tapi tidak pakai stop loss.
Banyak yang teriak manajemen risiko, tapi lot selalu dibesarkan demi konten.
Padahal manusia belajar dari contoh, bukan dari omongan.
Karena itu saya juga membahas fakta pahit seperti dunia scalping yang sering disalahpahami di Terbongkar Fakta Scalping dan kisah nyata di Akhir Tragis Mantan Trader Scalping.
Semua itu supaya trader pemula tidak masuk ke lubang yang sama.
Saya tidak takut dibilang brutal.
Kalau harus membuka jeroan broker forex bandar, ya saya buka, seperti yang sudah saya lakukan di artikel ini dan lanjutannya di bagian kedua.
Bahkan taktik kotor untuk menghabisi akun trader pun saya kupas di Taktik Oknum Broker Forex Menghabisi Trader dan Cara Broker Nakal Bangkrutin Anda Sekali Hantam.
Kenapa saya lakukan ini semua?
Karena saya punya tanggung jawab.
Saya ingin mewariskan ilmu trading yang benar, bukan mimpi kosong.
Ilmu itu gratis kalau memang mau belajar dengan benar, seperti yang sudah saya tulis di Ilmu Trading Ini Gratis, Jadi Jangan Disia-siakan.
Saya ingin lebih banyak trader kompeten lahir dari proses yang sehat, bukan dari janji instan yang ujungnya hancur.
Selama masih ada yang menjual mimpi demi komisi, saya akan tetap berdiri di sini.
Saya akan terus bersuara, terus membersihkan “sampah” di dunia trading sebisa saya.
Karena bagi saya, ini bukan cuma soal uang. Ini soal masa depan industri, dan soal tanggung jawab.


Posting Komentar